Balai Besar Industri Agro

No. Anggota LPK 008
Nama Perusahaan Balai Besar Industri Agro
Nama Penanggung Jawab Umar Hapson
Jabatan Penanggung Jawab Kepala Balai
Alamat Balai Besar Industri Agro
Jl. Ir. H. Djuanda No 11
Bogor 16122
Telp. & Fax + 62 251 832 4068 (phone) / + 62 251 832 3339 (fax)
Email cabi@bbia.go.id
Website www.bbia.go.id
Akreditasi KAN
Ruang Lingkup Akreditasi LSSM
Pertanian, perikanan (01); Produk makanan, minuman dan tembakau (03)LSMKP
C1 Susu dan produk susu; E2 Produk minuman kecuali produk olahan susu; E4 Tepung dan produk tepung; E5 Gula dan produk gulaLSHACCP
Kakao, kopi, teh dan hasil olahannya (01); Gula, madu dan hasil olahannya (02); Lemak, minyak dan hasil olahannya (03); Buah, sayuran dan hasil olahannya (04); Air minum dan produknya serta minuman (05); Produk perikanan dan hasil olahannya (06); Daging dan hasil olahannya (07); Hasil unggas dan hasil olahannya (08); Serealia, biji-bijian, umbi-umbian dan hasil olahannya (09); Susu dan hasil olahannya (10); Bahan tambahan pangan (11); Produk makanan siap saji (12); Produk makanan untuk sasaran khusus (13); Rempah-rempah, tanaman obat dan hasil olahannya serta bumbu (14)LSPro
Garam konsumsi beryodium (SNI 3556:2010); Minuman sari buah (SNI 3719:2013); Minyak goreng sawit (SNI 7709:2012); Air minum embun (SNI 7812:2013); Susu bubuk (SNI 2970:2015); Biskuit (SNI 2973:2011); Minuman teh dalam kemasan (SNI 3143:2011); Minyak goreng (SNI 3741:2011); Gula kristal-bagian 2 (SNI 3140.2-2011); Kakao bubuk (SNI 3747:2013); Air minum dalam kemasan (SNI 01-3553-2006); Tepung terigu sebagai bahan makanan (SNI 3751:2009); Pupuk NPK padat (SNI 2803:2012); Gula kristal-bagian 3 (SNI 3140.3-2010); Roti (SNI 01-3840-1995); Keripik kentang (SNI 01-4031-1996); Margarin (SNI 01-3541-2002); Kornet daging sapi (SNI 01-3775-2006); Tepung hunkwe (SNI 01-3726-1995); Bihun instan (SNI 01-3742-1995); Krimer nabati bubuk (SNI 4444:2009); Bakso daging (SNI 01-3818-1995); Sosis daging (SNI 01-3820-1995); Sari buah apel (SNI 01-4867.3-1998); Dodol (SNI 01-2896-1992); Susu kental manis (SNI 2971:2011); Pupuk urea (SNI 2801:2010); Sirup (SNI 3544:2013); Teh kering dalam kemasan (SNI 3836:2013); Air mineral alami (SNI 6242:2015); Kodeks makanan Indonesia (SNI 01-0219-1987); Kembang gula-bagian 2 (SNI 3547.2-2008); Susu coklat bubuk (SNI 3752:2009); Minuman susu fermentasi berperisa (SNI 7552:2009); Kopi bubuk (SNI 01-3542-2004); Lemak kakao (SNI 3748:2009); Makanan ringan ekstrudat (SNI 2886:2015); Mi kering (SNI 4283:); Bihun (SNI 01-2975-2006); Susu bubuk (SNI 01-2970-2006); Saus cabe (SNI 01-2976-2006); Kopi instan (SNI 2983:2014); Kakao massa (SNI 3749:2009); Tepung terigu sebagai bahan makanan (SNI 3751:2009); Jelly agar (SNI 01-3552-1994); Susu sereal (SNI 01-4270-1996); Alat suntik steril sekali pakai untuk insulin dengan atau tanpa jarum (SNI 16-4776-1998); Susu UHT (SNI 01-3950-1998); Kacang garing (SNI 01-4301-1996); Kue lapis (SNI 01-4309-1996); Teh hijau celup (SNI 4324:2013); Kerupuk ikan-bagian 3 (SNI 2713.3:2009); Kakao bubuk (SNI 3747:2013); Minyak goreng (SNI 3741:2013); Saus tomat (SNI 01-3546-2004); Pupuk SP-36 (SNI 02-3769-2005); Pupuk tripel superfosfat (SNI 02-0086-2005); Pupuk kalium klorida (SNI 02-2805-2005); Pupuk fosfat alam untuk pertanian (SNI 02-3776-2005); Mi instan (SNI 3551:2012)

LAB UJI
Pupuk fosfat alam untuk pertanian (SNI 02-3776-2005), Udara ambien-bagian 1 (SNI 19-7119.1-2005), Udara ambien-bagian 2 (SNI 19-7119.2-2005), Air dan air limbah-bagian 23 (SNI 06-6989.23-2005), Air dan air limbah-bagian 25 (SNI 06-6989.25-2005), Air dan air limbah-bagian 27 (SNI 06-6989.27-2005), Air dan air limbah-bagian 29 (SNI 06-6989.29-2005), Air dan air limbah-bagian 30 (SNI 06-6989.30-2005), Air dan air limbah-bagian 51 (SNI 06-6989.51-2005), Air dan air limbah-bagian 52 (SNI 06-6989.52-2005), Udara ambien-bagian 7 (SNI 19-7119.7-2005), Udara ambien-bagian 8 (SNI 19-7119.8-2005), Minyak kelapa sawit (SNI 01-2901-2006), Tepung terigu sebagai bahan makanan (SNI 3751:2009), Cara uji air minum dalam kemasan (SNI 3554:2015), Gula kristal-bagian 2 (SNI 3140.2:2011), Teh hitam (SNI 01-1902-1995), Minuman energi (SNI 01-6684-2002), Perangko Republik Indonesia (SNI 12-2373-1991), Kerupuk ikan-bagian 2 (SNI 2713.2:2009), Kerupuk udang-bagian 2 (SNI 2714.2:2009), Terasi udang-bagian 1 (SNI 2716.1:2009), Susu evaporasi, mutu dan cara uji (SNI 01-2780-1992), Metode pengujian susu segar (SNI 01-2782-1998), Agar-agar tepung (SNI 2802:2015), Pupuk kalium nitrat (SNI 02-2808-1992), Cara uji makanan dan minuman (SNI 01-2891-1992), Cara uji metanol dengan spektrophotometer minuman beralkohol (SNI 06-2882-1992), Cara uji gula (SNI 01-2892-1992), Dendeng sapi (SNI 2908:2011), Pemanis buatan, cara uji (SNI 01-2893-1992), Bahan tambahan makanan/bahan pengawet, cara uji (SNI 01-2894-1992), Cara uji pewarna tambahan makanan (SNI 01-2895-1992), Cara uji cemaran logam dalam makanan (SNI 01-2896-1998), Metode pengujian cemaran mikroba dalam daging, telur dan susu serta hasil olahannya (SNI 2897:2008), Mentega kacang, mutu dan cara uji (SNI 01-2979-1992), Sirup fruktosa (SNI 01-2895-1992), Tepung singkong (SNI 01-2997-1996), Gula kristal-bagian 3 (SNI 3140.3:2010), Gula kristal-bagian 1 (SNI 3140.1:2008), Minuman teh dalam kemasan (SNI 3143:2011), Penentuan warna minyak nabati (SNI 01-3191-1992), Lombok kering (SNI 01-3389-1994), Teh hijau celup (SNI 4324:2013), Kopi mix (SNI 01-4446-1998), Garam bahan baku untuk garam konsumsi beryodium (SNI 4435:2015), Tepung ketan (SNI 01-4447-1998), Teh hijau bubuk (SNI 01-4453-1998), Kopra (SNI 01-3946-1995), Susu UHT (SNI 01-3950-1998), Keripik kentang (SNI 01-4031-1996), Saus tiram (SNI 01-4275-1996), Kopi celup (SNI 01-4282-1996), Cokelat butir (SNI 01-4292-1996), Kacang garing (SNI 01-4301-1996), Keripik nanas (SNI 01-4304-1996), Kerupuk kulit (SNI 01-4308-1996), Kue lapis (SNI 01-4309-1996), Kue wingko (SNI 01-4311-1996), Nata dalam kemasan (SNI 01-4317-1996), Rambutan dalam kaleng (SNI 01-4318-1996), Minyak kedelai sebagai minyak makan (SNI 01-4466-1998), Tepung bumbu (SNI 01-4476-1998), Minyak safflower sebagai minyak makan (SNI 01-4863-1998), Sambal terasi (SNI 01-4865.1-1998), Cara uji cemaran arsen dalam makanan (SNI 01-4866-1998), Sari buah tomat (SNI 01-4867.1-1998), Sari buah anggur (SNI 01-4867.2-1998), Sari buah apel (SNI 01-4867.3-1998), Air mineral alami (SNI 6242:2015), Minyak goreng (SNI 3741:2013), Mi makanan ringan (SNI 01-6630-2002), Kopi bubuk (SNI 01-3542-2004), Madu (SNI 01-3545-2004), Saus tomat (SNI 01-3546-2004), Air dan air limbah-bagian 10 (SNI 6989.10:2011), Air dan air limbah-bagian 3 (SNI 06-6989.3-2004), Air dan air limbah-bagian 9 (SNI 06-6989.9-2004), Air dan air limbah-bagian 11 (SNI 06-6989.11-2004), Air dan air limbah-bagian 12 (SNI 06-6989.12-2004), Air dan air limbah-bagian 15 (SNI 06-6989.15-2004), Air dan air limbah-bagian 19 (SNI 6989.19:2009), Air dan air limbah-bagian 20 (SNI 6989.20:2009), Air dan air limbah-bagian 21 (SNI 06-6989.21-2004), Pupuk SP-36 (SNI 02-3769-2005), Pupuk tripel superfosfat (SNI 02-0086-2005), Pupuk kalium klorida (SNI 02-2805-2005), Minyak jagung sebagai minyak makan (SNI 01-3394-1998), Minyak kacang tanah sebagai minyak makan (SNI 01-3390-1998), Tepung beras (SNI 3549:2009), Cara uji minyak dan lemak (SNI 01-3555-1998), Mi instan (SNI 3551:2012), Garam konsumsi beryodium (SNI 3556:2010), Air soda (SNI 3708:2015), Selai buat diet diabetes (SNI 01-3700-1995), Biskuit diet diabetes (SNI 01-3701-1995), Emping melinjo (SNI 01-3712-1995), Tepung es krim (SNI 01-3725-1995), Tepung hunkwe (SNI 01-3726-1995), Tepung jagung (SNI 01-3727-1995), Tepung kacang hijau (SNI 01-3728-1995), Tepung sagu (SNI 3729:2008), Bihun instan (SNI 01-3742-1995), Selai buah (SNI 3746:2008), TEh hitam celup (SNI 3753:2013), Kornet daging sapi (SNI 01-3775-2006), Acar (SNI 01-3784-1995), Tepung gula (SNI 01-3821-1995), Teh kering dalam kemasan (SNI 3836:2013), Teh hijau (SNI 01-3945-1995)

LAB KALIBRASI
Temperatur (liquid in glass thermometer, temperature sensor with display unti, temperature enclosure (incubator, waterbath, oilbath, furnace, oven), hygrometer), Massa (mass standard, electronic/mechanical balance), Volumetric (POVA, Volumetric glassware), Panjang (Micrometer, Caliper), Instrumen analitik (Spectrophotometer (wavelength, photometric linearity), turbidimeter, conductivity meter, pH meter, dissolve oxygen tester, polarimetric saccharimeter, refraktometer)

LEMBAGA INSPEKSI
Saus tomat (SNI 01-3546-2004), Koktil buah dalam kaleng (SNI 01-3834-2004), Nanas dalam kaleng (SNI 01-4316-1996), Nata dalam kemasan (SNI 01-4317-1996), Rambutan dalam kaleng (SNI 01-4318-1996), Salak dalam kaleng (SNI 01-4471-1998), Jeruk dalam kaleng (SNI 01-4860-1998), Persik dalam kaleng (SNI 01-4861-1998), Manisan rumput laut dalam kemasan (SNI 01-6236-2000), Sauerkraut dalam kemasan (SNI 01-2600-1992), Jamur kancing dalam kaleng atau botol (SNI 01-2741-1992), Susu evaporasi, mutu dan cara uji (SNI 01-2780-1992), Susu kental manis (SNI 2971:2011)

Jumlah Sertifikat Aktif
Profil Singkat Balai Besar Industri Agro (BBIA) merupaka institusi yang memberikan jasa pelayanan teknis kepada masyarakat industri, khususnya industri hasil pertanian, dalam rangka mewujudkan pengembangan industri yang berdaya saing kompetitif baik secara nasional maupun internasional.Awal berdiri tahun 1890 dengan nama Agricultuur Chemisch Laboratorium dalam lingkungan Departement van Landbouw, Nijverheid en Handel dengan tugas antara lain:
a. Melayani para ahli dan sarjana pertanian dalam meneliti tanaman-tanaman tropis terutama yang ada di Kebun Raya serta arti ekonomi dari tanaman-tanaman tersebut.
b. Memeriksa/menguji barang-barang dan bahan untuk instansi pemerintah terutama dalam bidang pertanian, perdagangan dan sebagainya.Tugas pengujian berkembang dengan pesat dengan mengikuti kemajuan bidang pertanian dan perdagangan terutama dengan barang-barang ekspor serta perdagangan dalam negeri sebagai hasil pembinaan dari bagian Nijverheid dalam Departement Van Lanbouw, Nijverheid en Handal-analyse berdasarkan keputusan Gubernur Jenderal Ned. Indie tanggal 29 Januari 1909 dan tercatat dalam Javasche Couran sebagai Besluit van Directuur voor Landbouw No 3952 tanggal 27 Mei 1909.Tugas pengujian makin berkembang di samping tugas-tugas rutin penelitian dan dengan perbaikan serta penambahan fasilitas, tempat dan peralatan menjadikan laboratorium ini paling terkemuka di Indonesia pada waktu itu. Dengan makin meningkatkan peranan Laboratorium ini dalam menguji barang-barang ekspor, impor dan perdagangan dalam negeri, serta dalam penelitian-penelitian agrokimia yang merintis pertumbuhan agro industri dalam negeri maka terjadi penggantian nama Laboratorium, yaitu dalam tahun 1911 menjadi Handels Laboratorium dan tahun 1918 menjadi Analytisch Laboratorium.Dalam tahun 1934, Laboratorium Kimia Tumbuh-tumbuhan dalam lingkungan Kebun Raya dan balai penelitian yang tergabung dalam Balai Besar Penyelidikan Pertanian melebur diri kedalam Analytisch Laboratorium dan gabungan menamakan diri sebagai Laboratorium voor Scheikundig Onderzoek terdiri dari Laboratorium-laboratorium sebagai berikut:
a. Laboratorium Analitika
b. Laboratorium Kimia Tumbuh-tumbuhan
c. Laboratorium Kimia Pertanian
d. Laboratorium Harsa
e. Laboratorium Minyak Atsiri

Penelitian-penelitian di bidang agrokimia berjalan dengan seiring tugas pengujian yaitu pengujian hasil-hasil pertanian dalam arti yang luas untuk kepentingan ekspor dan memajukan industri pengolahan hasil pertanian dalam negeri. Penelitian phytokimia dan minyak atsiri sudah dirintis sejak didirikannya Laboratorium ini. Diberlakukannya sistem pengawasan susu, ditunjuknya Laboratorium ini sebagai penguji kulit kina oleh pabrik kina Bandung, sistem pengujian air minum dan pengawasan minuman beralkohol, membuat Laboratorium voor Scheikundig Onderzoek menjadi Laboratorium terkemuka di jaman Hindia Belanda. Di jaman pendudukan Jepang (1942-1945), Balai Penyelidikan Kimia diberi nama Gunsaikanbu Kagaku Kenkusyu dengan tugas terutama melakukan “applied research’. Tugas ini menjadi ciri Balai seterusnya. Pada jaman Revolusi Fisik, Balai dimasukkan dalam Kementerian Kemakmuran Republik Indonesia dan ikut hijrah ke Klaten, Solo dan Yogyakarta pada waktu kantor di Bogor dikuasai Belanda. Pada tahun 1950, pemerintah RI kembali ke Jakarta dan Balai Penyelidikan Kimia kembali melakukan tugasnya seperti biasa. Lanjutan hijrah ke Klaten telah melahirkan Balai Penyelidikan Kimia Surabaya (sekarang Baristand Surabaya) dalam tahun 1951.Tahun 1951, Balai Penyelidikan Kimia dimasukkan ke dalam Departemen Perdagangan dan Perindustrian yang kemudian merubah menjadi Kementerian Perekonomian. Tahun 1957, Balai dimasukkan ke dalam Kementerian Perindustrian dan tahun 1959 di dalam Departemen Perindustrian Rakyat. Tahun 1980, Balai Penyelidikan Kimia/Balai Penelitian Kimia berubah menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Hasil Pertanian (BBPPIHP) dan berada dibawah Departemen Perindustrian. Tahun 2002, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Hasil Pertanian berubah menjadi Balai Besar Industri Agro (BBIA) sampai saat ini dan berada dalam lingkungan Departemen Perindustrian